Semua Berita
Bea Cukai Cikarang kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal melalui sinergi yang erat bersama aparat penegak hukum. Pada Jumat, 8 Mei 2026, Bea Cukai Cikarang bersama Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi berhasil menggagalkan peredaran Obat-Obatan Tertentu (OOT) yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan di wilayah Kabupaten Bekasi.
Keberhasilan penindakan ini bermula dari informasi intelijen hasil kegiatan crawling yang diperoleh Bea Cukai Lhokseumawe terkait adanya pengiriman paket mencurigakan yang ditujukan ke wilayah pengawasan Bea Cukai Cikarang. Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Cikarang segera melakukan analisis dan berkoordinasi dengan Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi serta pihak jasa titipan TIKI Cikarang guna melakukan pemeriksaan terhadap paket yang dicurigai.
Pemeriksaan dilakukan di kantor TIKI Cikarang yang berlokasi di Jalan Raya Cikarang–Cibarusah, Cikarang Selatan. Dari hasil pemeriksaan bersama, petugas menemukan sebuah paket yang berisi 20 strip obat dengan total 200 tablet bertuliskan “Trihexyphenidyl”. Berdasarkan hasil identifikasi awal, barang tersebut diduga merupakan Obat-Obatan Tertentu yang peredarannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 12 Tahun 2025.
Untuk mengungkap pihak yang terlibat dalam pengiriman tersebut, petugas selanjutnya menerapkan metode control delivery dengan melakukan pengawasan terhadap proses pengiriman hingga ke alamat penerima yang berada di wilayah Hajarmekar, Cikarang Utara. Melalui metode tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti beserta pihak terkait yang kemudian diserahterimakan kepada Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi untuk dilakukan proses penanganan dan pengembangan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata efektivitas sinergi antarlembaga dalam upaya pemberantasan peredaran obat-obatan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Selain menjalankan fungsi pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai juga terus berperan aktif dalam mendukung upaya penegakan hukum guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Bea Cukai Cikarang akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum, instansi terkait, serta masyarakat dalam rangka mencegah dan menindak peredaran barang ilegal. Melalui sinergi tanpa batas, Bea Cukai berkomitmen menjaga masyarakat dan mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih aman, sehat, dan terlindungi dari ancaman peredaran narkotika serta obat-obatan ilegal.
Akselerasi Menuju WBBM, Bea Cukai Cikarang Perkuat Implementasi Customs and Excise Client Service Charter
04 Jun 2026
Cikarang, 11 Mei 2026 – Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa, Bea Cukai Cikarang kembali menyelenggarakan kegiatan Refreshment Pelatihan Customs and Excise Client Service Charter (ICE CSC) dan Service Level Agreement (SLA) yang bertempat di Aula Chandra Bagha, Senin (11/05). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bea Cukai Cikarang dalam meningkatkan kompetensi pegawai sekaligus memperkuat budaya pelayanan prima di lingkungan kerja.
Pelatihan tersebut diikuti oleh pegawai Bea Cukai Cikarang yang terlibat dalam proses pelayanan kepada pengguna jasa. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis dan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang, peningkatan kualitas layanan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, kegiatan refreshment ini dirancang untuk memperbarui pemahaman pegawai terkait standar layanan, etika pelayanan, komunikasi efektif, serta implementasi Service Level Agreement yang menjadi pedoman dalam memberikan layanan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelayanan publik merupakan wajah utama organisasi yang akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Oleh sebab itu, setiap pegawai dituntut untuk senantiasa menjaga profesionalisme, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pengguna jasa.
“Upaya memberikan pelayanan terbaik tidak boleh mengenal titik henti. Setiap interaksi dengan pengguna jasa merupakan kesempatan untuk membangun kepercayaan dan memberikan pengalaman layanan yang positif. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki pemahaman yang sama mengenai standar layanan yang harus diberikan kepada stakeholder,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Bea Cukai Cikarang menghadirkan narasumber dari sektor perbankan yang telah dikenal memiliki standar pelayanan unggul. Hadir sebagai narasumber utama yaitu Ibu Anggi Primawati, Service Quality Officer Bank Mandiri Bekasi, bersama Tim Bank Mandiri Cabang Jababeka. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif baru mengenai pengelolaan kualitas layanan, pengalaman pelanggan (customer experience), serta strategi membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pengguna.
Dalam paparannya, narasumber membagikan berbagai praktik terbaik (best practices) yang selama ini diterapkan di lingkungan Bank Mandiri sebagai salah satu institusi pelayanan terkemuka di Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi teknik komunikasi efektif, pengelolaan keluhan pelanggan, pembangunan budaya pelayanan yang konsisten, hingga pentingnya empati dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Melalui sesi diskusi interaktif, peserta juga diajak untuk memahami bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga oleh sikap, kemampuan mendengar kebutuhan pengguna jasa, serta kemampuan memberikan solusi yang tepat dan profesional. Berbagai studi kasus pelayanan turut dibahas untuk memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi petugas layanan dan cara mengatasinya secara efektif.
Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan implementasi ICE Customer Service Center (ICE CSC) yang selama ini berfungsi sebagai media komunikasi, pemantauan, dan evaluasi kualitas layanan Bea Cukai Cikarang. Melalui pemanfaatan ICE CSC, pengguna jasa dapat menyampaikan pertanyaan, konsultasi, maupun masukan terkait layanan kepabeanan dan cukai secara lebih mudah dan terintegrasi.
Selain itu, pemahaman terhadap Service Level Agreement (SLA) kembali ditegaskan sebagai instrumen penting dalam memastikan setiap layanan diberikan sesuai standar waktu dan kualitas yang telah ditetapkan. Dengan penerapan SLA yang konsisten, diharapkan tercipta kepastian layanan yang mampu meningkatkan kepercayaan dan kepuasan stakeholder.
Kegiatan refreshment ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh pegawai untuk meninjau kembali kompetensi dan kualitas pelayanan yang telah diberikan selama ini. Di tengah ekspektasi stakeholder yang semakin tinggi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas layanan yang prima dan berkelanjutan.
Sebagai organisasi yang terus bertumbuh dan bertransformasi, Bea Cukai Cikarang menempatkan pengembangan kompetensi pegawai sebagai investasi jangka panjang. Semangat Learning Organization yang diusung mendorong setiap pegawai untuk terus belajar, berinovasi, dan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari berbagai sektor guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
Dalam perjalanan menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu fokus utama yang terus diperkuat. Melalui sinergi, pembelajaran berkelanjutan, serta komitmen seluruh pegawai, Bea Cukai Cikarang optimistis dapat menghadirkan pelayanan kepabeanan dan cukai yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi pelayanan bukan hanya tentang perubahan sistem dan teknologi, tetapi juga tentang membangun budaya kerja yang berfokus pada kebutuhan stakeholder. Dengan semangat tersebut, Bea Cukai Cikarang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mendukung kelancaran perdagangan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Cikarang, 6 Mei 2026 — Dalam rangka meningkatkan kepatuhan pengguna jasa sekaligus memperkuat budaya integritas, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Cikarang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembukuan, Pencatatan, dan Mutasi Barang Kena Cukai (BKC) serta Sosialisasi Anti Korupsi pada Rabu, 6 Mei 2026 bertempat di Aula Chandra Bagha, Bea Cukai Cikarang.
Kegiatan ini dihadiri oleh para penyalur dan pengusaha Tempat Penjualan Eceran (TPE) Barang Kena Cukai di wilayah pengawasan Bea Cukai Cikarang. Melalui kegiatan tersebut, Bea Cukai Cikarang berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola administrasi Barang Kena Cukai sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan usaha yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala KPPBC TMP Cikarang, I Wayan Sapta Dharma. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara Bea Cukai dan pelaku usaha dalam membangun kepatuhan serta menjaga integritas dalam menjalankan kegiatan usaha. Menurutnya, kepatuhan administrasi di bidang cukai tidak hanya menjadi kewajiban pengguna jasa, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan akuntabel.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para pelaku usaha dapat semakin memahami ketentuan terkait pengelolaan Barang Kena Cukai, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjunjung tinggi integritas dan menolak segala bentuk korupsi maupun gratifikasi,” ujar I Wayan Sapta Dharma.
Pada sesi sosialisasi pembukuan, pencatatan, dan mutasi Barang Kena Cukai, materi disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai, yaitu Priyadi Nurul Aulia selaku Kepala Seksi Penimbunan dan Mutasi BKC, Muhamad Ichsan Firmansyah selaku Kepala Seksi Kepatuhan Pengusaha BKC II, serta Imam Firdaus selaku staf Seksi Penimbunan dan Mutasi Barang Kena Cukai.
Dalam paparannya, para narasumber menjelaskan berbagai ketentuan terkait tata cara pembukuan, pencatatan, serta pelaporan mutasi Barang Kena Cukai yang wajib dilaksanakan oleh penyalur maupun pengusaha TPE BKC. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya tertib administrasi guna mendukung pengawasan dan meningkatkan kepatuhan di bidang cukai.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi terkait implementasi ketentuan cukai di lapangan, termasuk berbagai kendala administratif yang dihadapi dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Selanjutnya, pada sesi sosialisasi anti korupsi, materi disampaikan oleh Ogy Febri Adlha selaku Kepala Seksi Kepatuhan Internal Bea Cukai Cikarang. Dalam pemaparannya, disampaikan pentingnya penerapan nilai-nilai integritas, pencegahan korupsi, serta pengendalian gratifikasi dalam pelaksanaan pelayanan publik maupun kegiatan usaha.
Ogy Febri Adlha juga mengajak seluruh peserta untuk turut mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, keberhasilan pembangunan integritas tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari seluruh stakeholder dan pengguna jasa.
Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Cikarang kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi, pendampingan, dan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa. Diharapkan, sinergi yang terjalin antara Bea Cukai dan pelaku usaha dapat semakin memperkuat kepatuhan di bidang cukai serta menciptakan ekosistem usaha yang sehat, tertib, dan berintegritas.
Menjaga Stabilitas Industri, Bea Cukai Cikarang Laksanakan Customs Visit Customer ke PT New Optics Indonesia
05 Mei 2026
Bea Cukai Cikarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia industri melalui pelaksanaan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) dengan mengunjungi PT New Optics Indonesia, sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang komponen elektronik, khususnya produksi panel LCD. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk mempererat komunikasi, membangun sinergi, serta memastikan pelayanan kepabeanan berjalan optimal dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.
Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai Cikarang berdialog langsung dengan jajaran manajemen perusahaan guna membahas berbagai aspek operasional, mulai dari kelancaran arus barang hingga tantangan yang dihadapi dalam kegiatan ekspor-impor. PT New Optics Indonesia sendiri merupakan perusahaan berorientasi ekspor, dengan lebih dari 70% hasil produksinya telah dipasarkan ke berbagai negara di dunia. Keberhasilan ini mencerminkan daya saing produk nasional di pasar global sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan layanan kepabeanan yang efektif dan efisien.
Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang, I Wayan Sapta Dharma, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia juga secara aktif memberikan asistensi terkait berbagai isu strategis yang tengah dihadapi industri. “Kami hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator perdagangan. Oleh karena itu, kami terus berupaya memberikan solusi dan pendampingan kepada pengguna jasa agar tetap adaptif terhadap perubahan global,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti dampak kondisi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi dan rantai pasok dunia. “Situasi global saat ini menuntut kita untuk lebih waspada dan adaptif. Bea Cukai akan terus mendukung pelaku usaha dalam menghadapi tantangan tersebut, baik melalui kemudahan layanan maupun asistensi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kegiatan Customs Visit Customer ini, Bea Cukai Cikarang kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra strategis bagi dunia usaha. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan solutif, diharapkan sinergi yang terjalin dapat semakin memperkuat keberlangsungan usaha serta meningkatkan daya saing industri nasional di pasar internasional.
Bea Cukai Cikarang Perkuat Sinergi Industri melalui Customs Visit Customer ke PT Indo Sultan Jaya
29 Apr 2026
Bea Cukai Cikarang kembali melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) pada Selasa, 28 April 2026, dengan mengunjungi PT Indo Sultan Jaya sebagai salah satu perusahaan berorientasi ekspor di wilayah kerja Bea Cukai Cikarang. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai dalam membangun komunikasi yang erat dengan para pengguna jasa, sekaligus memahami secara langsung kondisi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha di tengah dinamika perdagangan global.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang, I Wayan Sapta, melakukan dialog interaktif bersama jajaran manajemen PT Indo Sultan Jaya. Salah satu topik utama yang dibahas adalah dampak isu geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, terhadap stabilitas industri dan rantai pasok internasional.
Konflik tersebut turut memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) yang menjadi bahan baku utama bagi PT Indo Sultan Jaya. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam menjaga efisiensi produksi dan stabilitas ekspor.
Meski menghadapi berbagai tantangan eksternal, PT Indo Sultan Jaya tetap menunjukkan ketahanan bisnis yang kuat. Perusahaan secara konsisten menjalankan kegiatan ekspor ke berbagai negara tujuan seperti kawasan Afrika, Timur Tengah, China, India, hingga Pakistan.
Selain mempertahankan pasar yang telah ada, perusahaan juga terus melakukan berbagai upaya strategis untuk memperluas jangkauan bisnisnya, antara lain melalui pengembangan pasar baru, pencarian buyer potensial, serta penambahan mesin produksi guna memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar global yang semakin beragam.
Melalui kegiatan Customs Visit Customer ini, Bea Cukai Cikarang hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai partner industri yang siap mendukung keberlangsungan usaha para pelaku ekspor. Dengan mendengarkan langsung aspirasi dan kondisi lapangan, Bea Cukai berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih responsif, adaptif, dan solutif.
Sinergi yang kuat antara Bea Cukai dan dunia usaha menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga daya saing industri nasional, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bea Cukai Cikarang terus berkomitmen untuk mendukung iklim usaha yang sehat, mendorong ekspor, serta memperkuat kontribusi industri Indonesia di pasar internasional.
Bertempat di UPT Puskesmas Bahagia Bekasi, KPPBC TMP Cikarang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi Zona Integritas. Dalam kesempatan tersebut, Kasi Kepatuhan Internal, Ogy Febri, menekankan bahwa Kerangka Kerja Integritas merupakan sebuah sistem komprehensif yang dirancang untuk meningkatkan integritas sekaligus mencegah praktik korupsi secara sistematis. Integritas tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus bertransformasi menjadi DNA organisasi yang melandasi cara pikir, cara kerja, hingga perilaku sehari-hari setiap pegawai.
Pimpinan unit kerja memegang peran krusial sebagai teladan dalam mengidentifikasi dan memitigasi potensi benturan kepentingan guna menjaga marwah institusi. Sejalan dengan hal tersebut, Arseto selaku Ketua Tim WBK menuju WBBM Bea Cukai Cikarang, menyampaikan bahwa pencapaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) adalah miniatur dari keberhasilan reformasi birokrasi di unit kerja. Penguatan ini bukanlah tugas satu subtim saja, melainkan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan dukungan dari seluruh jajaran, mulai dari pimpinan tertinggi hingga elemen staf di lapangan. Keberhasilan transisi menuju WBBM menuntut adanya peningkatan standar, di mana inovasi yang dihasilkan harus memberikan “delta positif” atau dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.
Melalui penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, setiap individu dalam organisasi diharapkan mampu melakukan refleksi atas tanggung jawabnya masing-masing. Transformasi budaya kerja bukan sekadar untuk memenuhi kriteria penilaian formal dalam aplikasi Digital Integrity Assessment (DIA), tetapi untuk menciptakan birokrasi yang benar-benar bersih, akuntabel, dan prima dalam melayani. Dengan sinergi yang kuat di semua elemen instansi, predikat WBK/WBBM akan menjadi identitas yang melekat dalam jiwa, bukan sekadar penghargaan yang terpampang di dinding kantor.
#BeaCukaiCikarang #WBKWBBM #LayananPublik #Integritas #MakinBaik
Perkuat Sinergi Pengawasan, Kepala Bea Cukai Cikarang Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Polres Metro Bekasi
12 Mar 2026
Bekasi, 03 Maret 2026— Dalam rangka mempererat sinergi dan koordinasi antarinstansi, Kepala KPPBC TMP Cikarang, I Wayan Sapta Dharma, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kepolisian Resor Metro Bekasi. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Winarko Dian Subagyo.
Kunjungan ini dilaksanakan sebagai bentuk perkenalan sekaligus silaturahmi kepada Kapolres Metro Bekasi yang baru menjabat, menggantikan Kombes Pol Mustofa. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen kuat kedua institusi untuk terus menjaga hubungan kerja yang solid dalam pelaksanaan tugas masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai hal strategis, khususnya terkait upaya peningkatan sinergi dalam pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai. Kerja sama antara Bea Cukai dan Kepolisian dinilai sangat penting dalam menjaga keamanan serta menekan potensi pelanggaran hukum, termasuk peredaran barang ilegal yang dapat merugikan negara dan masyarakat.
Kepala Bea Cukai Cikarang, I Wayan Sapta Dharma, menyampaikan bahwa koordinasi yang baik antara instansi penegak hukum merupakan kunci dalam menciptakan pengawasan yang efektif. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan berbagai potensi pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai dapat dicegah dan ditangani secara optimal.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Bea Cukai dan Kepolisian, sekaligus menjadi tonggak penguatan sinergi lintas sektoral dalam mendukung pelayanan publik yang semakin prima serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bekasi.
Cikarang – Bea Cukai Cikarang melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke UMKM Syarisa Batik, salah satu pelaku usaha kreatif di Kabupaten Bekasi yang bergerak di bidang batik dan telah menunjukkan perkembangan usaha yang berkelanjutan.
Syarisa Batik berdiri sejak tahun 2017, yang pada awalnya memulai usaha sebagai produsen bolu batik. Seiring dengan peningkatan kapasitas dan pembinaan yang diterima dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi, sejak tahun 2022 Syarisa Batik bertransformasi menjadi pengrajin batik dengan mengusung konsep batik bernilai budaya dan berciri khas kedaerahan Bekasi.
Dalam operasionalnya, Syarisa Batik menargetkan pasar instansi pemerintah dan Kementerian/Lembaga (K/L) sebagai segmen utama. Hingga saat ini, pemasaran produk dilakukan secara langsung (offline) dan belum memanfaatkan platform marketplace daring.
Melalui kegiatan Customs Visit Customer ini, Bea Cukai Cikarang menjalankan tugas dan fungsi pembinaan kepada UMKM, khususnya dalam memberikan edukasi terkait peran Bea Cukai, peluang pengembangan usaha, serta potensi pemanfaatan fasilitas kepabeanan dan cukai dalam rangka mendorong UMKM naik kelas dan berorientasi ekspor.
Bea Cukai Cikarang berkomitmen untuk terus hadir mendampingi UMKM melalui kegiatan komunikasi, asistensi, dan sinergi lintas instansi, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan UMKM agar mampu berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.