Akselerasi Menuju WBBM, Bea Cukai Cikarang Perkuat Implementasi Customs and Excise Client Service Charter
Cikarang, 11 Mei 2026 – Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pengguna jasa, Bea Cukai Cikarang kembali menyelenggarakan kegiatan Refreshment Pelatihan Customs and Excise Client Service Charter (ICE CSC) dan Service Level Agreement (SLA) yang bertempat di Aula Chandra Bagha, Senin (11/05). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bea Cukai Cikarang dalam meningkatkan kompetensi pegawai sekaligus memperkuat budaya pelayanan prima di lingkungan kerja.
Pelatihan tersebut diikuti oleh pegawai Bea Cukai Cikarang yang terlibat dalam proses pelayanan kepada pengguna jasa. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis dan perkembangan teknologi digital yang terus berkembang, peningkatan kualitas layanan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, kegiatan refreshment ini dirancang untuk memperbarui pemahaman pegawai terkait standar layanan, etika pelayanan, komunikasi efektif, serta implementasi Service Level Agreement yang menjadi pedoman dalam memberikan layanan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelayanan publik merupakan wajah utama organisasi yang akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Oleh sebab itu, setiap pegawai dituntut untuk senantiasa menjaga profesionalisme, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pengguna jasa.
“Upaya memberikan pelayanan terbaik tidak boleh mengenal titik henti. Setiap interaksi dengan pengguna jasa merupakan kesempatan untuk membangun kepercayaan dan memberikan pengalaman layanan yang positif. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh pegawai memiliki pemahaman yang sama mengenai standar layanan yang harus diberikan kepada stakeholder,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Bea Cukai Cikarang menghadirkan narasumber dari sektor perbankan yang telah dikenal memiliki standar pelayanan unggul. Hadir sebagai narasumber utama yaitu Ibu Anggi Primawati, Service Quality Officer Bank Mandiri Bekasi, bersama Tim Bank Mandiri Cabang Jababeka. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif baru mengenai pengelolaan kualitas layanan, pengalaman pelanggan (customer experience), serta strategi membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pengguna.
Dalam paparannya, narasumber membagikan berbagai praktik terbaik (best practices) yang selama ini diterapkan di lingkungan Bank Mandiri sebagai salah satu institusi pelayanan terkemuka di Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi teknik komunikasi efektif, pengelolaan keluhan pelanggan, pembangunan budaya pelayanan yang konsisten, hingga pentingnya empati dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Melalui sesi diskusi interaktif, peserta juga diajak untuk memahami bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga oleh sikap, kemampuan mendengar kebutuhan pengguna jasa, serta kemampuan memberikan solusi yang tepat dan profesional. Berbagai studi kasus pelayanan turut dibahas untuk memberikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi petugas layanan dan cara mengatasinya secara efektif.
Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan implementasi ICE Customer Service Center (ICE CSC) yang selama ini berfungsi sebagai media komunikasi, pemantauan, dan evaluasi kualitas layanan Bea Cukai Cikarang. Melalui pemanfaatan ICE CSC, pengguna jasa dapat menyampaikan pertanyaan, konsultasi, maupun masukan terkait layanan kepabeanan dan cukai secara lebih mudah dan terintegrasi.
Selain itu, pemahaman terhadap Service Level Agreement (SLA) kembali ditegaskan sebagai instrumen penting dalam memastikan setiap layanan diberikan sesuai standar waktu dan kualitas yang telah ditetapkan. Dengan penerapan SLA yang konsisten, diharapkan tercipta kepastian layanan yang mampu meningkatkan kepercayaan dan kepuasan stakeholder.
Kegiatan refreshment ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh pegawai untuk meninjau kembali kompetensi dan kualitas pelayanan yang telah diberikan selama ini. Di tengah ekspektasi stakeholder yang semakin tinggi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas layanan yang prima dan berkelanjutan.
Sebagai organisasi yang terus bertumbuh dan bertransformasi, Bea Cukai Cikarang menempatkan pengembangan kompetensi pegawai sebagai investasi jangka panjang. Semangat Learning Organization yang diusung mendorong setiap pegawai untuk terus belajar, berinovasi, dan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari berbagai sektor guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
Dalam perjalanan menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu fokus utama yang terus diperkuat. Melalui sinergi, pembelajaran berkelanjutan, serta komitmen seluruh pegawai, Bea Cukai Cikarang optimistis dapat menghadirkan pelayanan kepabeanan dan cukai yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi pelayanan bukan hanya tentang perubahan sistem dan teknologi, tetapi juga tentang membangun budaya kerja yang berfokus pada kebutuhan stakeholder. Dengan semangat tersebut, Bea Cukai Cikarang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mendukung kelancaran perdagangan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Tags