Semua Berita
CIKARANG – Bea Cukai Cikarang menggelar kegiatan olahraga bersama yang penuh semangat pada Rabu (24/9), diikuti oleh seluruh pegawai dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor. Acara ini bukan sekadar ajang olah fisik, melainkan bagian penting dari upaya capacity building yang menyeluruh. Di sini, semangat Sinergi dan kebersamaan ditempa di luar ruang kerja, membangun fondasi tim yang solid untuk menghadapi berbagai tantangan tugas negara.
Kegiatan yang terangkum dalam program inovasi OPAG B’CIK (Obrolan Pagi Bea Cukai Cikarang) ini menjadi salah satu motor penggerak dalam manajemen perubahan menuju Zona Integritas dan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kami percaya bahwa Profesionalisme tidak hanya lahir dari kompetensi teknis, tetapi juga dari kondisi jasmani dan mental yang prima. Dengan menjaga kesehatan, kami memastikan setiap insan Bea Cukai Cikarang siap memberikan kinerja terbaiknya.
Pada akhirnya, tujuan dari semua ini adalah untuk mencapai Kesempurnaan dalam Pelayanan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan. Tim yang sehat, kompak, dan berenergi positif adalah aset utama kami dalam menjalankan amanah sebagai fasilitator perdagangan (trade facilitator) dan penghimpun penerimaan negara (revenue collector).
Melalui momentum seperti ini, Bea Cukai Cikarang berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Sebab, tim yang kuat akan menghasilkan pelayanan yang hebat untuk Indonesia yang lebih baik.
#beacukaicikarang
#beacukairi
#beacukai
#beacukaimakinbaik
#WBBM
Lindungi Bisnis Legal dan Kesehatan Warga! Bea Cukai Cikarang, Camat Tambun Utara, Satpol PP dan Aparat Setempat Ajak Seluruh Warga Perkuat Pengawasan Rokok Ilegal
Komitmen untuk menjaga integritas wilayah dan mengamankan hak-hak masyarakat diperkuat hingga ke tingkat desa. Hal ini tampak jelas dalam Rapat Minggon yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Tambun Utara pada Rabu (24/9). Acara rutin ini, yang dipimpin langsung oleh Camat H. Najmuddin, menghadirkan seluruh kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan aparat penegak hukum dan instansi vertikal, menunjukkan nilai Sinergi yang erat.
Rapat strategis ini turut menghadirkan narasumber dari kepolisian (Kapolsek Tambun Selatan), TNI (Koramil 01/Tambun), Pemerintah Daerah (Kasat Pol PP Kabupaten Bekasi), dan instansi vertikal Kementerian Keuangan (Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Cikarang, Lies Palupi Nuryuhaeni). Kehadiran lengkap ini membuktikan Profesionalisme instansi dalam berkolaborasi.
Pokok bahasan utama yang mendapat penekanan adalah pencegahan peredaran rokok ilegal. Penyuluh Bea Cukai,
Bima Satriya A ., memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya rokok ilegal. Ia menjelaskan bahwa produk ilegal tidak hanya merugikan negara dari sektor cukai, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan mengancam stabilitas pelaku usaha resmi yang telah patuh. Pesan ini menekankan Integritas dalam penegakan hukum dan Pelayanan untuk melindungi masyarakat.
Lebih lanjut, peserta rapat juga diingatkan mengenai manfaat nyata cukai yang kembali ke masyarakat, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan hingga pembiayaan pembangunan daerah. Dengan membeli rokok yang berpita cukai legal, masyarakat secara langsung berkontribusi pada pembangunan daerah, sejalan dengan prinsip Kesempurnaan dalam tata kelola keuangan negara.
Camat Tambun Utara, H. Najmuddin , menutup rapat dengan penegasan, "Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita dari peredaran rokok ilegal, karena dampaknya sangat luas." Harapan Camat ini sekaligus menjadi mandat bagi seluruh kepala desa dan perangkat untuk menjadi ujung tombak informasi. Dengan adanya sosialisasi ini, sinergi di tingkat akar rumput diharapkan semakin kuat, dan kesadaran masyarakat Tambun Utara akan meningkat untuk menolak serta melaporkan peredaran rokok ilegal.
Tingkatkan Integritas, Cegah Korupsi!
Bea Cukai Cikarang Ikuti Pelatihan Verifikator Panduan Cegah Korupsi di KPK
CIKARANG, 28 Agustus 2025 – Upaya memberantas korupsi tidak pernah berhenti. Sebagai bagian dari komitmennya, Bea Cukai Cikarang mengirimkan perwakilan pegawainya untuk mengikuti pelatihan khusus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk memperkuat integritas dan memastikan layanan Bea Cukai bebas dari praktik korupsi.
Enam pegawai terpilih dari Bea Cukai Cikarang, bersama peserta lain, dilatih untuk menjadi verifikator Panduan Cegah Korupsi (PANCEK). Mereka belajar cara menggunakan aplikasi khusus yang ada di situs www.jaga.id. Aplikasi ini dirancang untuk membantu dunia usaha mencegah korupsi dari dalam. Dengan memiliki verifikator yang terlatih, Bea Cukai Cikarang dapat membantu perusahaan-perusahaan di wilayahnya untuk menciptakan sistem yang lebih bersih.
Materi yang diajarkan di KPK sangat beragam, mulai dari pengenalan tindak pidana korupsi, cara mengendalikan gratifikasi (pemberian hadiah ilegal), hingga pengelolaan risiko dalam sebuah perusahaan. Pelatihan ini juga menjadi langkah konkret Bea Cukai untuk menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Kegiatan ini membuktikan bahwa Kementerian Keuangan, khususnya Bea Cukai Cikarang, sangat serius dalam menjaga integritasnya. Langkah ini tidak hanya untuk internal Bea Cukai, tetapi juga untuk mengajak dunia usaha dan masyarakat umum bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari korupsi. Melalui inisiatif ini, Bea Cukai Cikarang berharap dapat memberikan pelayanan yang semakin profesional, transparan, dan terpercaya bagi seluruh pengguna jasa.
#beacukaicikarang
#beacukairi
#beacukai
#beacukaimakinbaik
#WBBM
#KPK
#cegahkorupsi
“Cukai untuk Negeri“
Wujud Kepedulian untuk Kesehatan, Kesejahteraan, Gakkum hingga Dukungan pada Petani, Buruh, dan Pekerja Industri Hasil Tembakau melalui DBHCHT
Cikarang, 12 September 2025 – Bea Cukai Cikarang dan Satpol PP Kabupaten Bekasi menunjukkan komitmen nyata untuk melindungi masyarakat. Melalui diskusi publik di Radio Elgangga, kedua instansi ini menjelaskan peranan mereka dalam memberantas rokok ilegal dan memastikan setiap rupiah dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kembali kepada rakyat.
Kunjungan yang penuh makna ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa cukai bukan hanya tentang penerimaan negara, tetapi juga tentang manfaat sosial yang berkelanjutan. Dana dari DBHCHT dialokasikan secara transparan untuk tiga aspek vital, sesuai dengan peraturan yang berlaku: 50% untuk kesejahteraan masyarakat (mendukung program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri tembakau, dan lingkungan sosial), 40% untuk bidang kesehatan (mendukung program jaminan kesehatan nasional, pelayanan kesehatan, serta sarana/prasarana kesehatan), dan 10% untuk penegakan hukum (mendukung sosialisasi ketentuan cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal).
Kolaborasi antara Bea Cukai dan Satpol PP menjadi kunci untuk keberhasilan program ini. Dengan bersinergi, mereka tidak hanya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat bisa mengenali rokok ilegal, tetapi juga menyiapkan langkah penindakan yang efektif jika diperlukan. Seperti yang disampaikan oleh pihak Satpol PP, tujuannya bukan hanya menghukum, melainkan memberikan efek jera demi melindungi masyarakat dari produk yang berpotensi membahayakan.
Dengan langkah konkret ini, Bea Cukai dan Satpol PP memperkuat sinergi yang tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan, tetapi juga memastikan bahwa cukai benar-benar untuk kesejahteraan rakyat. Upaya ini membuktikan bahwa pemerintah selalu hadir, bekerja sama demi kebaikan bersama, dan memberikan perlindungan serta manfaat nyata bagi seluruh warga.
#beacukaicikarang
#beacukairi
#beacukai
#beacukaimakinbaik
#opsgurita
#gempurrokokilegal
#stoprokokilegal
Bikin Bangga! Bea Cukai Cikarang Jadi Pelopor Inovasi Digital untuk Layanan Publik Terbaik di Kanwil Jakarta
13 Sep 2025
Bea Cukai Cikarang Perkenalkan Inovasi “SI-ABAH” pada Acara Dialog Kinerja Risiko dan Organisasi (DKRO) Kanwil DJBC Jakarta
CIKARANG – Semangat inovasi terus digelorakan oleh Bea Cukai Cikarang, yang secara resmi memperkenalkan terobosan digital unggulannya, Sistem Aplikasi Beda Hamparan (SI-ABAH), dalam acara Dialog Kinerja Risiko dan Organisasi (DKRO) Kanwil DJBC Jakarta. Inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam menghadirkan pelayanan yang transparan, efektif, dan berorientasi pada kepatuhan. Acara yang diawali dengan kegiatan olahraga bersama ini menjadi wadah strategis untuk berbagi praktik terbaik dan memotivasi seluruh jajaran untuk terus berinovasi.
SI-ABAH dirancang sebagai solusi atas tantangan dalam proses pelayanan dan pengawasan perpindahan barang di kawasan berikat yang berbeda lokasi. Aplikasi ini bukan sekadar alat bantu, melainkan sebuah terobosan yang mampu mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan akurasi layanan. Fitur-fitur unggulannya, seperti unggah dokumen berbasis template Excel, notifikasi otomatis melalui WhatsApp, dan menu CEISA Integrator yang terhubung langsung dengan sistem dokumen pabean, menjadikan proses bisnis menjadi jauh lebih efisien. Setelah melalui serangkaian uji coba dan perbaikan, SI-ABAH telah diterapkan secara penuh sejak Oktober 2024 dan mendapat respons yang sangat positif dari para pengguna jasa.
Keberhasilan SI-ABAH tidak hanya berhenti di Cikarang. Inovasi ini kini menarik perhatian Kanwil DJBC Jakarta, yang melihat potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas. Sebagai langkah awal, telah diterbitkan nota dinas pembentukan tim implementasi dan sosialisasi kepada seluruh Kantor Pelayanan dan perusahaan yang memiliki kawasan berikat dengan skema beda hamparan. Rencana uji coba di tingkat Kanwil sedang disiapkan, menandai langkah maju menuju digitalisasi pelayanan di seluruh wilayah kerja Kanwil DJBC Jakarta.
Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang menyatakan bahwa SI-ABAH adalah bukti nyata dari bagaimana digitalisasi dan sinergi dapat mewujudkan birokrasi yang bersih, modern, dan melayani. “Inovasi ini adalah komitmen kami untuk terus adaptif, profesional, dan memberikan kemudahan bagi pengguna jasa,” ujarnya. Dengan SI-ABAH, Bea Cukai Cikarang kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor inovasi, menghadirkan pelayanan publik yang semakin efisien, transparan, dan berdaya saing tinggi."
Demi Bekasi Lebih Baik: Sinergi Paling Dinantikan antara Bea Cukai dan TNI, Warga Wajib Tahu!
13 Sep 2025
Perkuat Sinergi Jaga Kabupaten Bekasi🤝
Kunjungan Kepala Bea Cukai Cikarang ke Kodim 0509/Kabupaten Bekasi sebagai wujud memperkuat sinergi dan kolaborasi.
CIKARANG – Dalam upaya memperkuat sinergi antar-lembaga negara, Kepala KPPBC TMP Cikarang, I Wayan Sapta Dharma, melakukan kunjungan formal ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0509/Kabupaten Bekasi. Kedatangan beliau disambut langsung oleh Letkol. Sabdho Aji Wibowo., M.Han., selaku Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi. Pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat kedua instansi dalam membangun komunikasi dan kolaborasi yang solid untuk kepentingan masyarakat dan negara.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan bertujuan strategis untuk mempererat koordinasi dan mendukung tugas bersama, khususnya pada aspek pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik dan kerja sama yang erat, Bea Cukai dan TNI dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelayanan publik. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas di wilayah Kabupaten Bekasi, yang merupakan salah satu pusat industri dan perekonomian nasional.
Lebih lanjut, kunjungan ini menjadi wadah bagi Kepala KPPBC Cikarang untuk menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi. Kolaborasi yang dibangun selama ini telah memberikan dampak positif, terutama dalam penegakan hukum dan pengawasan peredaran barang ilegal. Melalui sinergi yang berkelanjutan, Bea Cukai dan TNI berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, mendukung pembangunan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Bekasi.
Melalui kerja sama yang kokoh antara dua institusi ini, diharapkan tercipta lingkungan yang aman dan teratur. Sinergi antara Bea Cukai dan TNI menjadi bukti nyata bahwa setiap lembaga negara memiliki peran penting dalam memastikan stabilitas dan kesejahteraan masyarakat, yang pada akhirnya akan mendorong kemajuan bangsa secara keseluruhan.
#beacukaicikarang
#beacukairi
#beacukai
#beacukaimakinbaik
#kodim0509kabbekasi
#kodim
Tembus Pasar Global! UMKM Binaan Bea Cukai Cikarang Tampil dalam Forum Internasional BIMP-EAGA
29 Agt 2025
Tembus Pasar Global! UMKM Binaan Bea Cukai Cikarang Tampil dalam Forum Internasional BIMP-EAGA
CIKARANG – Peluang pasar global yang terbuka lebar ternyata belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah tantangan krusial teridentifikasi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi bagian dari rangkaian acara 3rd Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Trade Facilitation Cluster (TFC). Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yang dalam pelaksanaannya berkolaborasi dengan beberapa satuan kerja di bawahnya antara lain dengan Bea Cukai Cikarang.
Diselenggarakan di Gedung Kalimantan pada Rabu, 27 Agustus 2025, kegiatan yang melibatkan 10 UMKM binaan DJBC ini bertujuan memetakan secara mendalam berbagai kendala yang menghambat UMKM menembus pasar internasional. Salah satu isu utama yang terungkap adalah kendala yang dialami oleh Gandasari Coffee. Proses ekspor mereka terpaksa terhenti akibat permasalahan pada BI Checking, yang menyebabkan calon pembeli internasional menarik diri. Menurut pemilik, pihaknya tidak pernah memiliki riwayat kredit, sehingga hal ini menyoroti adanya tantangan dalam sistem verifikasi finansial.
Adapun kondisi UMKM dari Cikarang, yang diwakili oleh Caly Beta Sukses, menyampaikan bahwa proses negosiasi dengan calon pembeli dari Italia terkendala keraguan mereka terhadap ritsleting produk tas yang berasal dari China. Pembeli khawatir asal komponen tersebut akan menurunkan persepsi kualitas dan citra premium produk di pasar Italia. Saat ini, tim sedang menyiapkan data teknis untuk memberikan jaminan kualitas kepada pembeli.
Salah satu topik krusial yang juga dibahas dalam FGD adalah pentingnya pengakuan sebagai "UMKM Binaan Kementerian Keuangan". Status ini diakui memberikan banyak benefit bagi para pelaku usaha, di antaranya adalah potongan harga dan/atau kemudahan dalam proses pengiriman ke luar negeri dengan berbagai jasa ekspedisi internasional terkemuka seperti DHL, FedEx, dan lainnya. Namun, terungkap bahwa belum meratanya kepemilikan sertifikasi ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing harga produk di pasar global.
Menanggapi berbagai temuan tersebut, Bea Cukai Cikarang menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi Industrial Assistance. "Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Pusat DJBC ini merupakan langkah strategis untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan secara akurat. Data ini menjadi dasar kami untuk merumuskan program pendampingan yang lebih tepat sasaran," jelas Ibu Lies Palupi selaku perwakilan Bea Cukai Cikarang.
Data yang terkumpul dari FGD ini akan menjadi landasan bagi DJBC dan unit vertikalnya, termasuk Bea Cukai Cikarang, dalam menyusun strategi pendampingan yang lebih efektif dan solutif. Dengan langkah tersebut, diharapkan jalan bagi UMKM lokal untuk bersaing dan tumbuh di pasar global menjadi semakin terbuka lebar.
#beacukaicikarang
#beacukairi
#beacukai
#beacukaimakinbaik
#UMKM
#UMKMekspor
Cikarang, 28 Agustus 2025 – Bea Cukai Cikarang bersama Komisi VII DPR RI melepas ekspor perdana produk makanan ringan PT URC Indonesia ke Pantai Gading, Afrika, melalui Cikarang Dry Port. Sebanyak 10 kontainer produk makanan resmi diberangkatkan sebagai langkah nyata memperluas pasar global dan memperkuat kontribusi devisa negara.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kunjungan Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI, yang mendorong kebijakan untuk meningkatkan kapasitas ekspor nasional. Ketua Panja, Evita Nursanty, menegaskan bahwa industri makanan dan minuman memiliki potensi besar, namun masih memerlukan peningkatan daya saing melalui efisiensi biaya, penguatan branding, dan inovasi pengemasan.
Pelaksana Tugas Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa sektor makanan dan minuman tumbuh 6,15 persen pada triwulan II 2025, dengan nilai ekspor mencapai USD 18,59 miliar dan surplus perdagangan sebesar USD 13,14 miliar.
Sementara itu Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi mengatakan Cikarang Dry Port merupakan salah satu fasilitas atau infrastruktur penting bagi kawasan industri dan Jababeka salah satu kawasan terlengkap di Indonesia dari aspek infrastruktur.
Dalam kesempatan ini, Bea Cukai Cikarang menegaskan komitmennya menjalankan fungsi sebagai trade facilitator dengan memastikan kelancaran prosedur ekspor, memberikan asistensi kepabeanan, serta mendukung efisiensi logistik melalui Cikarang Dry Port. Kehadiran Bea Cukai tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis industri dalam mendorong ekspor nasional agar semakin berdaya saing di pasar internasional.
#beacukaicikarang
#beacukairi
#beacukai
#beacukaimakinbaik
CIKARANG – Bea Cukai Cikarang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun zona integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui inovasi program capacity building internal. Pada hari Jumat, 29 Agustus 2025, bertempat di Rooftop, KPPBC TMP Cikarang, diselenggarakan kegiatan Obrolan Pagi Penuh Gagasan (OPAG) yang rutin diadakan setiap bulan sekali.
Tema OPAG kali ini yaitu "5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin)", dimana difokuskan untuk saling mengingatkan terkait implementasi budaya 5R di lingkungan kerja Bea Cukai Cikarang. Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang dalam sambutannya menekankan bahwa diperlukanerlu konsistensi dan komitmen yang kuat dari seluruh pegawai untuk mengimplementasikan 5R.
Semboyan 'Satu Keluarga' di Bea Cukai Cikarang dapat digunakan untuk saling peduli dan saling menyadarkan satu sama lain tentang pentingnya menerapkan budaya 5R di lungkungan kerja.
Tema 5R sendiri merupakan akronim dari lima prinsip kerja yang menjadi pedoman kerja di Bea Cukai Cikarang:
1. Ringkas: Mengedepankan komunikasi yang efisien, jelas, dan langsung pada inti persoalan
2. Rapi: Mendorong keteraturan tidak hanya pada area kerja fisik, tetapi juga dalam pola pikir dan alur kerja
3. Resik: Membersihkan pola pikir dari prasangka dan ego
4. Rawat: Menjaga dan memupuk hubungan profesional yang harmonis melalui kepedulian
5. Rajin: Membangun kebiasaan proaktif tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam membangun kebersamaan
Dampak dari penyelenggaraan OPAG secara rutin ini sudah mulai dirasakan. Komunikasi antar seksi menjadi lebih cair dan efektif, koordinasi lebih solid, dan rasa kekeluargaan semakin erat. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa Bea Cukai Cikarang tidak hanya berfokus pada pelayanan eksternal, tetapi juga secara serius membangun kapasitas dan integritas internal sebagai syarat mutlak untuk menjadi instansi berpredikat WBBM.
#beacukaicikarang
#beacukairi
#beacukai
#beacukaimakinbaik
#WBBM